Cara Bersihkan Pikiran Negatif Tidaklah Rumit dan Sulit

Cara Bersihkan Pikiran Negatif

Cara Bersihkan Pikiran Negatif hanya dapat dilakukan apabila kita mengenali dan memahaminya. Pikiran dan Perasaan (Mind) seperti Kotak Pandora—banyak bentuk pikiran dan perasaan yang tersimpan di dalamnya. Setiap saat ia semakin rumit dan kompleks. Itu sebabnya proses pembersihan dibutuhkan agar kita tidak didominasi oleh kecenderungan sifat negatifnya.

 

PERNAHKAH ANDA BERTANYA dari mana datangnya cara kita berpikir, merasa, marah, takut, cemburu, tersinggung, atau bereaksi terhadap sesuatu? Mengapa ada orang yang mudah tersulut, sementara orang lain dapat tetap tenang menghadapi keadaan yang sama? Penasaran ingin tahu Cara Bersihkan Pikiran Negatif yang mungkin terdengar seperti sebuah pekerjaan yang aneh? Memang bisa? Padahal, sebelum mencari teknik, kita perlu memahami satu hal sederhana: pikiran dan perasaan bukanlah keseluruhan diri kita.

Sejak kecil, kita menerima begitu banyak pengalaman. Keluarga, pendidikan, lingkungan, pujian, kritik, keberhasilan, kegagalan, bahkan berbagai nilai dan keyakinan akan meninggalkan kesan. Sebagian berlalu begitu saja, sementara sebagian lainnya tersimpan lebih dalam dan ikut membentuk cara kita melihat kehidupan.

Seseorang yang pernah dipermalukan mungkin menjadi sangat sensitif terhadap kritik. Seseorang yang pernah dikhianati mungkin sulit percaya. Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan penuh kemarahan mungkin menganggap marah sebagai sesuatu yang biasa.

Lama-kelamaan kita berkata, “Saya memang seperti ini.”

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi dapat berubah menjadi identitas. Kita mengira apa yang muncul di dalam pikiran dan perasaan adalah diri kita sendiri. Apa yang terpikir langsung dipercaya. Apa yang dirasakan dianggap sebagai kebenaran. Apa yang disukai dikejar, sedangkan apa yang tidak disukai ditolak.

Padahal, semua itu hanyalah salah satu bagian dari diri kita?

 

Benarkah Saya Memang Seperti Ini?

Pertanyaan ini penting karena jawaban kita akan menentukan bagaimana kita memperlakukan diri sendiri. Jika semua kecenderungan dianggap sebagai sifat tetap, kita mungkin hanya berusaha mengendalikan gejalanya. Namun jika kita melihatnya sebagai bagian dari mind yang dapat dirawat, kemungkinan perubahan menjadi terbuka.

Dalam pandangan yang menjadi salah satu rujukan Ananda’s Neo Self Empowerment (NSE), manusia merupakan kesatuan yang kompleks. Ada fisik, energi, mind, inteligensi, dan dimensi spiritual yang saling berkaitan.

Mind adalah salah satu bagian dari diri kita, bukan keseluruhan diri kita. Bayangkan kacamata. Kita menggunakannya untuk melihat dunia, tetapi kacamata bukanlah mata kita. Jika kacamatanya memiliki warna tertentu, dunia yang kita lihat pun dapat tampak berbeda. Mind bekerja kurang lebih seperti itu. Ia menjadi media untuk menerima pengalaman, menyimpan kesan, membentuk persepsi, lalu merespons kehidupan. Karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda, corak mind pun pasti berbeda.

Ada yang optimistis, berhati-hati, mudah curiga, spontan, sensitif, atau keras terhadap dirinya sendiri. Sebagian merupakan karakter yang membuat kita unik. Namun sebagian lainnya mungkin sudah tidak lagi kita butuhkan.

Di sinilah kita mulai memahami bahwa pembersihan bukan berarti membuang seluruh karakter atau menghapus pengalaman. Yang menjadi perhatian adalah muatan dan kecenderungan yang membuat bagian tertentu dari mind itu terlalu kuat memengaruhi kehidupan kita.

 

Mengapa Berpikir Positif Belum Tentu Cukup?

Kita mengenal banyak cara untuk mengubah keadaan batin: sugesti, afirmasi, berpikir positif, mengalihkan perhatian, atau berusaha menekan emosi yang tidak disukai. Namun ada sebuah pertanyaan yang lebih mendalam: apa yang terjadi pada kecenderungan lama setelah kita melakukan semua itu?

Begitu pula dengan sebagian muatan mind. Kita dapat berhenti memikirkannya atau mengalihkan perhatian. Kita bahkan dapat mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Namun dalam keadaan tertentu, muatan lama dapat muncul kembali.

Karena itu, Cara Bersihkan Pikiran Negatif tidak cukup dipahami sebagai usaha agar kita tidak memikirkan sesuatu. Pertanyaannya bergeser: apakah muatan yang membuat pikiran tersebut terus berpengaruh dapat dirawat?

Di sinilah perbedaan antara mengendalikan pikiran dan mengolah mind menjadi penting. Kita tidak hanya berusaha menghentikan sesuatu yang muncul, tetapi mulai mengenali sumber pembentuk kecenderungan itu.

 

Kotak Pandora di Dalam Diri

Bayangkan mind seperti sebuah Kotak Pandora. Sepanjang hidup, berbagai pengalaman masuk ke dalamnya. Ada kenangan, informasi, persepsi, ketakutan, keinginan, kebiasaan, dan kesan.

Masalahnya, kotak itu tidak selalu diam. Ketika sebuah pengalaman tertentu terpicu, sesuatu dari dalamnya dapat muncul kembali. Kadang berupa pikiran, kadang emosi, kadang dorongan untuk melakukan sesuatu.

Itulah sebabnya seseorang dapat berkata, “Saya tahu seharusnya tidak marah, tetapi saya tetap marah.”

Pengetahuannya ada, tetapi sesuatu yang lebih kuat sedang bekerja. Maka kita tidak perlu menghancurkan kotak itu. Kita perlu belajar membukanya dengan kesadaran, melihat isinya, dan merawat apa yang selama ini memberi tekanan.

 

Tidak Semua Metode Meditasi Memiliki Tujuan yang Sama

Apakah semua meditasi bertujuan membersihkan mind? Tidak selalu. Ada praktik yang membantu konsentrasi. Ada yang membantu relaksasi. Ada yang melatih perhatian. Ada pula pendekatan yang memberikan perhatian lebih khusus pada transformasi mind.

Karena itu, penting membedakan antara memperkuat kemampuan mind dan mengolah mind. Seseorang dapat memiliki konsentrasi yang sangat kuat. Ia mampu memusatkan perhatian dan tidak mudah terganggu. Itu merupakan kemampuan yang berharga. Namun konsentrasi yang kuat belum otomatis berarti muatan mind telah tertata.

Bayangkan pisau yang semakin tajam. Ketajamannya bertambah, tetapi arah penggunaannya tetap menjadi persoalan. Begitu pula dengan kemampuan mental. Semakin kuat kemampuan seseorang bukan berarti semakin bijaksana ia menggunakannya.

Maka pertanyaan yang lebih berguna bukan “Meditasi mana yang paling benar?”, melainkan “apa yang sebenarnya sedang dilatih melalui praktik tersebut?”

Bagi sebagian orang, praktik Meditasi Bersihkan Pikiran Negatif mungkin dipahami sebagai usaha membuat pikiran berhenti. Sementara itu, tidak banyak orang yang tahu bahwa Cara Bersihkan Pikiran Mudah karena sebagian besar orang memiliki keinginan yang instan, bila memiliki masalah mental-emosinal. Padahal caranya tidaklah sulit, langkahnya sederhana dan dapat dipraktikkan setiap hari. Kok bisa?

 

Cara Bersihkan Pikiran Negatif
Yang ingin diperkenalkan metode NSE di sini adalah sebuah kemungkinan: mind bukan hanya sesuatu yang harus dikendalikan ketika mengganggu kita. Mind juga dapat dirawat.

 

Meditasi sebagai Kesempatan untuk Melepaskan

Dalam pendekatan yang menjadi pembahasan kita, teknik meditasi tidak semata-mata digunakan agar seseorang merasa tenang. Ada teknik yang memberikan kesempatan bagi tubuh dan mind untuk melepaskan ketegangan. Gerakan tertentu dapat membuat tubuh terasa lebih lega dan relaks. Pelepasan melalui suara, dalam konteks praktik tertentu, dapat memberi jalan bagi sesuatu yang selama ini tertahan. Pernapasan juga dapat membantu membawa kita keluar sejenak dari pola keseharian.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika praktik menggunakan cahaya lilin. Tujuannya bukan semata-mata berkonsentrasi menatap api. Menyaksikan dalam keadaan relaks berbeda dari berkonsentrasi. Dalam pengertian ini, dekonsentrasi berarti tidak memaksa perhatian melekat, tidak mengejar pengalaman tertentu, dan tidak berusaha membuat sesuatu terjadi.

Dari keadaan yang lebih relaks, ruang dapat mulai muncul. Ketika ruang muncul, jarak pun tercipta. Ada jeda antara apa yang muncul di dalam mind dan respon kita terhadapnya.

Karena itu, Cara Bersihkan Pikiran Negatif dapat dipahami bukan sebagai usaha memaksa pikiran menjadi kosong, melainkan memberi kesempatan kepada mind untuk mengalami pelepasan dan penataan.

Pendekatan Cara Bersihkan Perasaan Negatif pun dapat dilihat dalam kerangka yang sama: bukan memusuhi emosi, tetapi memberi ruang agar kita tidak selalu menjadi reaktif. Karena itu, Meditasi Bersihkan Perasaan Negatif bukan terutama soal menghapus emosi, melainkan berupaya mengubah hubungan kita dengannya.

 

Ketika Kita Mulai Menyaksikan

Coba perhatikan pengalaman sederhana. Kemarahan muncul. Kali ini kita tidak langsung mengikutinya. Kita mengetahui bahwa kemarahan sedang muncul. Rasa takut datang. Kita menyadari bahwa rasa takut sedang hadir.

Sebuah pikiran yang mengganggu muncul. Kita melihatnya tanpa harus langsung mempercayainya. Apa yang terjadi? Untuk pertama kalinya mungkin kita mengalami sesuatu yang sangat sederhana: “Pikiran itu ada, tetapi saya dapat melihatnya.”

Ada ruang. Ada jarak. Ada jeda di sana. Ketika itu muncul kesadaran: “Ternyata saya bukan pikiran.”

Inilah salah satu fungsi penting praktik meditasi: bukan selalu membuat semua pikiran berhenti, tetapi membantu kita mengalami hubungan yang berbeda dengan pikiran. Yang lebih penting lagi adalah tumbuhnya kemampuan untuk menyaksikan apa yang muncul tanpa selalu dikendalikan olehnya.

 

Siapa yang Menyaksikan?

Kalau pikiran dapat kita lihat, siapa yang sedang melihatnya? Ketika kita berkata, “Saya sedang marah,” ada kemampuan dalam diri kita yang mengetahui bahwa kemarahan sedang terjadi. Ketika kita berkata, “Saya sedang takut,” kita tidak sepenuhnya identik dengan rasa takut tersebut.

Di sinilah kita mulai memahami Buddhi atau inteligensi. Secara sederhana, Buddhi dapat dipahami sebagai kemampuan untuk melihat, memahami, membedakan, dan memilih.

Mind mungkin berkata, “Balas saja.”

Buddhi dapat bertanya, “Perlukah?”

Mind berkata, “Saya memang seperti ini.”

Buddhi bertanya, “Benarkah?”

Dalam pemahaman NSE, Buddhi berkaitan dengan created mindmind yang telah dibersihkan, diolah, ditransformasi, dan ditata ulang sehingga fungsi inteligensinya semakin jernih. Dengan bahasa sederhana, di dalam mind tidak hanya ada arus pikiran dan perasaan. Ada pula kemampuan untuk melihat apa yang terjadi, memahami, membedakan, lalu memilih.

Ketika mind terlalu penuh oleh muatan dan kita terus-menerus larut di dalam arusnya, kemampuan ini dapat tertutup. Karena itu, menciptakan ruang menjadi sangat penting.

 

Ketika Daya Pengaruh Mulai Berkurang

Bagaimana kita mengetahui bahwa proses perubahan sedang berlangsung? Bukan selalu karena pikiran lama menghilang. Kemarahan mungkin masih muncul. Ketakutan mungkin masih datang. Kecenderungan lama mungkin masih mengetuk pintu.

Perubahan justru dapat terlihat dari berkurangnya daya pengaruhnya. Dulu kita percaya begitu saja pada pikiran sendiri. Sekarang kita mampu bertanya kembali. Dulu pengalaman lama menentukan cara kita melihat semua orang. Sekarang kita mulai melihat bahwa pengalaman itu hanyalah salah satu bagian dari masa lalu.

Kotaknya masih ada. Isinya masih ada. Tetapi tekanannya tidak lagi sama. Seperti balon yang perlahan dikempiskan, bentuknya mungkin masih terlihat, tetapi tekanan di dalamnya berkurang. Begitu pula dengan mind. Cara Bersihkan Pikiran Negatif juga tidak berarti menghapus semua isi kehidupan. Yang berubah adalah hubungan kita dengan muatan tersebut dan, secara bertahap, daya pengaruhnya terhadap diri kita.

 

Mind Tidak Dimusnahkan. Mind Ditata.

Proses ini tidak terjadi dalam satu malam. Suatu hari komentar yang biasanya membuat kita tersinggung ternyata tidak lagi memiliki kekuatan yang sama. Di sinilah perbedaan antara pengetahuan dan pengalaman menjadi nyata.

Kita dapat mengetahui bahwa amarah tidak baik. Namun mengetahui tidak otomatis membuat kita mampu tidak dikuasai amarah. Praktik memberikan kesempatan untuk mengalami sendiri perubahan tersebut. Karena itu, proses membersihkan, mengolah, mentransformasi, dan menata ulang mind membutuhkan disiplin.

Artinya, Mind tersebut tidak dimusnahkan. Namun, Mind kita olah dan tata kembali. Ketika mind semakin tertata, fungsi inteligensi memiliki ruang untuk bekerja lebih dominan.

 

Dari Pengetahuan Menjadi Pengalaman

Seseorang mungkin mulai menyadari bahwa ia lebih cepat kembali tenang. Orang lain mungkin tidak lagi langsung bereaksi ketika diprovokasi. Yang lain mungkin mulai melihat pola pikirnya sebelum pola itu mengambil alih.

Perasaan masih ada. Pikiran masih ada. Kecenderungan masih muncul. Namun, hubungan dengannya berubah. Dulu langsung mengikuti. Sekarang menyaksikan terlebih dahulu. Dulu langsung percaya. Sekarang mampu mempertanyakan. Dulu langsung bertindak. Sekarang ada ruang untuk memilih.

Dari pengalaman sederhana semacam inilah seseorang akan sampai pada kesadaran sederhana: “Ternyata saya bisa berubah.”

 

Pendidikan Saja Belum Tentu Cukup

Mengapa seseorang yang berpendidikan tinggi, berpengalaman, bahkan memiliki kemampuan berpikir luar biasa masih dapat dikuasai oleh gengsi, amarah, iri hati, atau keinginan untuk menang sendiri?

Karena pengetahuan dan kejernihan bukan hal yang sama. Pendidikan dapat memperluas pengetahuan. Latihan dapat meningkatkan kemampuan. Pengalaman dapat membuat seseorang semakin terampil. Tetapi semua itu tidak otomatis berarti seluruh muatan dalam mind telah tertata.

Mungkin persoalan manusia bukan selalu kekurangan informasi. Kadang kita justru memiliki terlalu banyak informasi. Yang kita perlukan adalah ruang untuk melihat pikiran, perasaan, dan dorongan sebelum semuanya menentukan tindakan kita.

Inilah salah satu alasan mengapa praktik meditasi tidak cukup dilihat hanya dari seberapa tenang seseorang sesudah berlatih. Yang lebih penting adalah apakah ia menjadi lebih mampu melihat, memahami, membedakan, dan memilih.

 

Cara Bersihkan Pikiran Negatif
Latihan Meditasi NSE juga dapat menjadi perjalanan untuk mengenal mind, merawatnya, dan mengubah hubungan kita dengannya. Kotak Pandora itu mungkin tidak pernah benar-benar kosong. Kita tetap memiliki masa lalu. Kita tetap memiliki emosi. Kita tetap memiliki kecenderungan.

 

Bukan Soal Siapa yang Paling Benar

Pembahasan ini bukan ajakan untuk mengatakan bahwa satu metode meditasi benar dan metode lainnya salah. Tetapi lebih dari itu, setiap pendekatan dapat memiliki tujuan dan manfaatnya masing-masing.

Yang ingin diperkenalkan metode NSE di sini adalah sebuah kemungkinan: mind bukan hanya sesuatu yang harus dikendalikan ketika mengganggu kita. Mind juga dapat dirawat. Jika tujuan praktik adalah merawat dan mentransformasi mind, maka proses tersebut perlu mendapatkan perhatian. Ya, tujuannya adalah agar kita tidak terus-menerus menjadi tawanan dari muatan yang pernah kita bawa. Semakin ringan muatan itu, semakin mungkin mind digunakan dengan lebih jernih. Di sinilah Buddhi memperoleh ruang untuk bekerja.

 

Merawat Kotak Pandora

Kita belajar membuka, melihat, membersihkan, mengolah, dan merawatnya. Salah satu manfaat dari proses ini adalah kehidupan tidak harus menjadi bebas masalah. Yang berubah adalah kemampuan kita menghadapi masalah tanpa selalu dikendalikan oleh muatan lama.

Kotaknya masih ada. Isinya masih ada. Tetapi isinya tidak lagi memegang kekuasaan yang sama. Kebebasan bukan berarti tidak memiliki pikiran. Kebebasan adalah ketika pikiran tetap ada, tetapi tidak lagi selalu menentukan siapa kita dan bagaimana kita harus bertindak.

 

Mungkin Kita Tidak Harus Menjadi “Seperti Ini” Selamanya

Mungkin selama ini kita terlalu cepat berkata: “Saya memang begini.” Kalimat seperti ini terasa seperti penjelasan tentang siapa kita. Padahal, sebagian mungkin hanyalah kecenderungan yang terbentuk melalui perjalanan panjang kehidupan kita.

Karena itu, kita tidak perlu membenci kecenderungan tersebut. Tetapi kita juga tidak harus membiarkannya menjadi penguasa. Pada akhirnya, rasa penasaran akan Cara Bersihkan Pikiran Negatif bukanlah pertanyaan tentang bagaimana membuat mind kosong. Ia adalah perjalanan merawat mind agar muatan yang terlalu kuat perlahan berkurang daya pengaruhnya.

Dengan latihan, akan tercipta ruang. Dengan ruang, muncul jarak. Dengan jarak, kita dapat menyaksikan. Dengan penyaksian, kita tidak selalu harus mengikuti apa yang muncul. Dan ketika kita tidak lagi selalu mengikuti, ada kesempatan bagi kejernihan inteligensi—Buddhi—untuk bekerja.

Mungkin meditasi bukan hanya tentang bagaimana menjadi lebih tenang. Inilah alasan pencarian Cara Bersihkan Pikiran Negatif perlu ditempatkan dalam konteks pengenalan diri, bukan sekadar mengejar pikiran yang tenang.

Ia juga dapat menjadi perjalanan untuk mengenal mind, merawatnya, dan mengubah hubungan kita dengannya. Kotak Pandora itu mungkin tidak pernah benar-benar kosong. Kita tetap memiliki masa lalu. Kita tetap memiliki emosi. Kita tetap memiliki kecenderungan.

Tetapi kita tidak harus selamanya menjadi tawanan semuanya itu. Pertanyaan yang lebih penting mungkin bukan, “Bagaimana saya menghentikan pikiran saya?”

Melainkan, “Bagaimana saya merawat mind agar ia tidak terus-menerus mengendalikan hidup saya?”

Dan dari pertanyaan sederhana inilah perjalanan kita baru dimulai. Saya memiliki pikiran. Saya memiliki perasaan. Saya memiliki berbagai kecenderungan. Tetapi saya tidak harus selamanya dikuasai oleh semuanya itu. Seperti tubuh yang dapat dirawat, mind pun dapat dirawat. Ketika mind mulai jernih, mungkin untuk pertama kalinya kita menemukan ruang untuk memilih bagaimana ingin menjalani hidup lebih tenang, damai, kreatif, dinamis dan berani.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa sebenarnya yang dibersihkan ketika kita berbicara tentang pengolahan mind?

Pembersihan mind bukan berarti menghapus semua pikiran, perasaan, ingatan, atau karakter seseorang. Yang menjadi perhatian adalah muatan dan kesan yang dapat membentuk kecenderungan tertentu. Prosesnya lebih pada mengurangi daya pengaruh muatan tersebut sehingga kita tidak lagi mudah dikendalikan olehnya.

 

2. Bagaimana kita tahu bahwa proses pembersihan mind mulai terjadi?

Perubahannya tidak selalu berupa hilangnya pikiran atau emosi tertentu. Salah satu tanda yang dapat dirasakan adalah munculnya jeda antara apa yang terjadi di dalam mind dan respon kita. Kita mungkin masih marah, kecewa, atau takut, tetapi tidak lagi otomatis mengikuti dorongan tersebut.

Sebab proses pembersihan gugusan pikiran dan perasaan secara otomatis akan menciptakan ruang yang memungkinkan kita dapat menyaksikan, memahami, dan memilih respon yang lebih tepat.

 

3. Apakah mind benar-benar bisa berubah, atau kita hanya belajar mengendalikannya?

Keduanya perlu dibedakan. Mengendalikan pikiran dapat membantu menghadapi keadaan saat ini, sedangkan proses pengolahan dan pembersihan mind diarahkan lebih jauh: mengurangi muatan yang membuat kecenderungan lama terus berulang dan berpengaruh.

Perubahan akan berlangsung secara bertahap dan membutuhkan disiplin. Tujuannya bukan hendak membuat kita menjadi manusia tanpa emosi atau masa lalu; namun hubungan kita dengan semua itu yang dapat berubah. Mind menjadi bagian dari kita yang dapat dimanajemen.

 

 

Artikel Relevan: