Sedang mencari Buku Belajar Meditasi sebelum memilih metode latihan? Kenali terlebih dahulu apa itu meditasi melalui pengalaman 25 tahun penulis Meditasi Holistik NSE.
SUDAH MEMBACA BERBAGAI Buku Belajar Meditasi, tetapi masih merasa ada pertanyaan yang belum terjawab? Masih penasaran, seolah ada kepingan pemahaman yang belum ditemukan? Perasaan seperti ini wajar. Ada begitu banyak tulisan dari para penulis, tokoh, dan praktisi meditasi yang membagikan pengetahuan serta pengalaman mereka. Namun, bagaimana jika setelah membaca semuanya, masih ada satu pertanyaan mendasar yang belum berjawab: apa sesungguhnya yang sedang kita pelajari ketika belajar meditasi?
Jika pertanyaan itu masih mengusik rasa ingin tahu Anda, maka Buku Belajar Meditasi Holistik NSE karya DP Ezsar patut dipertimbangkan untuk dibaca dan dimiliki.
Buku ini tidak sekadar menyampaikan pengetahuan tentang meditasi. Penulis menguraikan perjalanan praktik dan pengalaman yang membawanya pada pemahaman baru, termasuk hal-hal yang mungkin belum banyak mendapat perhatian.
Perjalanan meditasi memang personal. Pengalaman setiap orang bisa berbeda. Namun, sebelum memilih metode dan mulai berlatih, ada satu hal mendasar yang layak kita kenali: apa sesungguhnya objek yang kita pelajari melalui latihan meditasi itu?
Lalu, apa yang sebenarnya kita harapkan ketika mulai bermeditasi? Apakah kesehatan, ketenangan, pemahaman diri, atau sesuatu yang lebih dalam?
Pemahaman dan metode yang dipilih akan memengaruhi arah perjalanan latihan kita. Dari sinilah penulis mengajak pembaca menelusuri pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui pengalaman yang telah dijalaninya sendiri.
Ditulis setelah Dua Puluh Lima Tahun Mempraktikkannya
Buku Belajar Meditasi Holistik NSE ini merangkum pengalaman penulis setelah sekitar dua puluh lima tahun menjalani latihan meditasi. Ia tidak serta-merta menuangkan pengalamannya ke dalam tulisan. Ada proses panjang berupa pengamatan, perenungan, dan pemahaman yang tumbuh setahap demi setahap.
Penulis bukan berasal dari keluarga yang telah mengenal tradisi meditasi. Ia justru memutuskan belajar meditasi karena alasan kesehatan, tanpa harapan besar ataupun pemahaman mendalam tentang apa yang akan dijalaninya.
Salah satu hal yang mendorongnya untuk mencoba adalah sebuah buku yang berkesan baginya, Seni Memberdaya Diri 1 atau Ananda’s Neo Self Empowerment, Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern, karya Maharishi Anand Krishna. Apa yang dibacanya terasa masuk akal dan patut dicoba.
Sejak itu, ia mulai menjalani latihan meditasi. Pada awalnya, langkah tersebut terasa berat dan kaku. Ia sedang mempraktikkan sesuatu yang belum benar-benar dipahaminya. Namun, ada pengalaman yang membuatnya bertahan.
Setiap selesai berlatih, ia kerap merasakan manfaat yang tidak diduganya, baik secara fisik maupun mental. Pengalaman itu menjadi dorongan untuk terus berlatih dan mengulang latihan-latihan yang dipelajarinya di rumah dengan disiplin.
Seiring waktu, ia merasakan perubahan pada kesehatannya. Keluhan bronkitis yang selama ini dialaminya pun, menurut pengalamannya, teratasi.
Tetapi perjalanan itu ternyata tidak berhenti pada manfaat kesehatan.
Latihan yang semula dijalani untuk menjaga kesehatan perlahan membawanya pada pertanyaan yang lebih mendalam: apa sesungguhnya yang sedang terjadi di dalam diri ketika kita bermeditasi?
Pertanyaan inilah yang kemudian mendorong Penulis untuk menelusuri, mengenali, dan memahami apa itu pikiran serta perasaan dengan lebih saksama. Dari perjalanan tersebut, ia merasa ada pemahaman penting yang layak dibagikan, terutama bagi siapa pun yang ingin mengenali lebih jauh tujuan latihan meditasi.
Meditasi dan Pikiran
Dari perjalanan panjangnya, Penulis mulai memahami bahwa meditasi dan pikiran tidak dapat dipisahkan. Dalam kerangka Meditasi Holistik NSE, latihan meditasi bukan sekadar upaya memperoleh ketenangan atau kesehatan, melainkan juga perjalanan untuk mengenali, memahami, dan memberdayakan Mind, hingga membuka kemungkinan transformasi diri.
Mungkin kita perlu menyederhanakan pemahaman ini. Sebab, penulis sendiri baru menyadarinya setelah bertahun-tahun menjalani latihan. Ketika pertama kali mengikuti latihan meditasi di Yayasan Anand Ashram, Jakarta, yang digagas dan didirikan Maharishi Anand Krishna, penulis bahkan belum menaruh perhatian pada pertanyaan mendasar ini: meditasi itu sebenarnya tentang apa?
Yang ia ketahui ketika itu adalah manfaat meditasi bagi kesehatan fisik sebagaimana dipahaminya dari tulisan Maharishi Anand Krishna tersebut. Itu sudah cukup menjadi alasan baginya untuk memulai perjalanan. Setelah merasakan manfaat kesehatan, akhirnya muncul pertanyaan berikutnya: jika tujuan awalnya sudah tercapai, mengapa masih terus berlatih?
Perjalanan latihan ternyata membawanya pada sesuatu yang lebih dalam. Ia mulai mengenali berbagai gerak pikiran dan perasaan, mengamati bagaimana keduanya muncul, saling memengaruhi, dan membentuk respons terhadap kehidupan.
Di sinilah penulis menemukan satu pemahaman yang menarik dari ajaran Maharishi Anand Krishna: pikiran dan perasaan merupakan satu kesatuan yang disebut Mind atau Gugusan Pikiran dan Perasaan.
Dalam pengertian ini, Mind bukan hanya soal apa yang kita pikirkan. Ia juga berkaitan dengan apa yang kita rasakan, bagaimana kita menanggapi pengalaman, dan kecenderungan yang memengaruhi cara kita memandang kehidupan.
Mengenali dan memahami objek inilah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan latihan meditasi menurut kerangka NSE.
Kita berhenti sebentar di sini.
Sebab, ketika mulai menyadari bahwa Gugusan Pikiran dan Perasaan atau Mind merupakan objek yang perlu dikenali dan didalami, kita dapat melihat latihan meditasi dari sudut pandang yang berbeda. Bukan soal sekadar duduk, memejamkan mata, lalu berharap pikiran menjadi tenang. Ada proses pengenalan diri yang berlangsung lebih dalam.
Lantas, jika Mind merupakan objek yang dipelajari, apakah setiap pemahaman dan metode meditasi akan membawa kita pada arah perjalanan yang sama?

“Warna” Pemahaman dan Metode Menentukan Hasil
Berdasarkan perjalanan bertahun-tahun mempraktikkan Metode Meditasi Ananda’s Neo Self Empowerment (NSE), Penulis sampai pada pemahaman bahwa ada hubungan erat antara pemahaman yang mendasari suatu metode meditasi dan arah hasil yang hendak dicapai.
Metode NSE dirancang dan diracik oleh Maharishi Anand Krishna. Dalam perjalanan praktiknya, Penulis semakin menyadari bahwa pemahaman tentang Mind bukan sekadar pengetahuan tambahan. Pemahaman tersebut turut menentukan bagaimana latihan dijalani dan dimaknai.
Butuh waktu bertahun-tahun bagi Penulis untuk menyadari bahwa perjalanan meditasi, dalam kerangka NSE, berkaitan erat dengan pengenalan dan pembudayaan Mind itu sendiri.
Mengapa demikian?
Sebab, Gugusan Pikiran dan Perasaan memiliki sifat dasar, cara kerja, corak, dan kecenderungan yang dapat berbeda pada setiap individu. Pikiran dan perasaan tidak selalu muncul secara terpisah. Keduanya dapat saling memengaruhi, berkelindan, lalu berkembang menjadi pola respons tertentu.
Dalam pengamatan penulis, sifat suka dan tidak suka, berbagai kecenderungan, serta pengalaman yang terkumpul ikut memberi warna pada cara seseorang berpikir, merasa, dan menanggapi kehidupan. Pola Mind tidak terbentuk begitu saja. Ada beragam faktor yang ikut memengaruhinya.
Faktor internal, antara lain, berkaitan dengan pengalaman melalui pancaindra, proses persepsi, serta dorongan insting hewani.
Faktor eksternal mencakup keluarga, pendidikan, lingkungan, pengalaman hidup, doktrin, dogma, budaya, tradisi, dan berbagai pengaruh lainnya.
Semua itu dapat berkontribusi dalam membentuk corak dan pola Mind kita. Bahkan, cara kita memandang meditasi pun tidak lepas dari latar belakang tersebut.
Karena itulah, mengenali Mind bukan hanya mengenali isi pikiran yang sedang muncul. Kita juga diajak memahami kecenderungan dan pola yang selama ini memengaruhi cara kita menjalani kehidupan. Dari sinilah pentingnya pemahaman yang mendasari sebuah metode meditasi menjadi lebih jelas.
Meditasi NSE Menawarkan Pemahaman dan Metode yang Utuh
Meditasi Ananda’s Neo Self Empowerment (NSE) yang diperkenalkan Maharishi Anand Krishna menawarkan pemahaman tentang Mind sekaligus metode latihan yang bertumpu pada pemahaman yang utuh tersebut.
Apakah tulisan-tulisan Maharishi Anand Krishna hanya menawarkan kumpulan pengetahuan yang harus dihafal, lalu dijadikan dogma atau doktrin? Bukan demikian.
Melalui karya-karyanya, Maharishi Anand Krishna menguraikan berbagai aspek tentang Mind secara bertahap. Pemahaman tersebut bukan sekadar untuk diketahui, melainkan untuk direnungkan, diuji dalam pengalaman, dan dikenali melalui pengamatan diri.
Dalam konteks inilah lima metode meditasi NSE memiliki peran penting. Kelima metode tersebut merupakan sarana latihan yang dapat digunakan dalam perjalanan mengenali, memahami, dan memberdayakan Mind.
Melalui latihan dan pengamatan yang berkelanjutan, kita diajak mengenali sifat dasar, cara kerja, kecenderungan, serta pola Mind yang selama ini memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak.
Namun, perjalanan ini tidak berhenti pada pengenalan Mind semata.
Dalam pemahaman NSE yang dituturkan Penulis, Mind perlu dibudayakan dan kemudian dilampaui, agar terbuka kemungkinan mengalami kondisi meditatif yang lebih dalam.
Lalu, apa artinya melampaui Mind?
Bukan berarti kita harus menghapus pikiran dan perasaan, apalagi menjadi manusia tanpa emosi. Selama menjalani kehidupan, kita tetap membutuhkan kemampuan berpikir, merasakan, mempertimbangkan, dan merespons berbagai keadaan.
Melampaui Mind lebih tepat dipahami sebagai tidak terus-menerus dikendalikan oleh kecenderungannya, dominasinya. Karena memang ada keterbatasnnya yang berhubungan dengan kualitas kesenangan dan kebahagiaan yang dapat kita raih.
Dalam perjalanan inilah Penulis mulai memahami bahwa kesadaran bukan sekadar pengetahuan atau kemampuan intelektual semata. Hidup meditatif juga bukan tentang mengganti satu dogma dengan dogma lainnya, melainkan tentang pendalaman pengalaman dan pengenalan diri yang lebih dalam – kualitas kebahagiaan yang lebih dalam.
Dari ketidaktahuan pada awal perjalanan, Penulis perlahan melanjutkan latihan untuk mengenali dan memberdayakan Mind, sekaligus membuka diri pada kemungkinan melampauinya.
Terdengar abstrak? Memang tidak semuanya mudah dijelaskan melalui kata-kata. Ada bagian dari perjalanan ini yang, menurut pengalaman penulis, baru dapat dipahami melalui penghayatan langsung.
Itulah salah satu alasan mengapa ia membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum menuangkan pengalamannya ke dalam Buku Belajar Meditasi Holistik NSE.
Kita pun tidak harus menjadi intelektual atau filsuf terlebih dahulu untuk mulai berlatih meditasi. Tidak perlu menunggu sampai memahami seluruh teori tentang Mind. Latihan itu sendiri dapat menjadi bagian dari proses belajar. Kita mulai dari pengalaman, mengamati apa yang terjadi di dalam diri, lalu perlahan memperdalam pemahaman.
Sebab, mengetahui sesuatu tentang Mind tidak selalu sama dengan mengenalinya secara langsung melalui pengalaman.

Penutup: Dari Mind Menuju Buddhi
Kita tidak harus menjadi ahli tentang Mind sebelum mulai menjalani latihan meditasi. Namun, memahami landasan dan tujuan suatu metode dapat membantu kita menentukan arah perjalanan.
Dalam kerangka Meditasi Holistik NSE, perjalanan ini tidak berhenti pada pengenalan Mind saja. Ada pendalaman lebih lanjut, yakni melampaui kecenderungan, corak bawaan, cara kerja, dan pola Mind itu sendiri.
Tentu, berlatih meditasi tidak berarti hidup akan selalu tenang. Kita masih mungkin marah, sedih, takut, kecewa, putus asa, atau mengalami kegagalan. Gejolak kehidupan tetap menjadi bagian dari pengalaman manusia.
Yang dapat berubah adalah cara kita berhubungan dengan semua itu. Kita berpeluang untuk tidak terlalu lama terseret oleh kecenderungan Mind, serta belajar merespons keadaan dengan lebih jernih.
Di sinilah pembahasan tentang Buddhi atau Inteligensi menjadi relevan. Dalam perjalanan yang dituturkan Penulis, Buddhi bukan sekadar Mind yang semakin pintar, melainkan sudut pandang yang lebih bijak dalam memandu kehidupan. Sementara itu, Mind tetap memiliki perannya selama kita menjalani kehidupan sehari-hari.
Perjalanan dari pengenalan Mind menuju Buddhi bukanlah sesuatu yang selesai hanya karena kita telah membaca sebuah buku atau menjalani sejumlah latihan. Ia merupakan perjalanan setahap demi setahap, yang perlu dialami dan dipahami oleh diri kita sendiri.
Setelah sekitar dua puluh lima tahun menjalani latihan meditasi melalui Metode Meditasi Holistik NSE, penulis DP Ezsar merasa ada kepingan pengalaman dan pemahaman yang layak dibagikan lewat Buku Belajar Meditasi Holistik NSE.
Melalui buku ini, ia mengajak pembaca menelusuri perjalanan tersebut, bukan untuk menerima begitu saja seluruh pengalamannya, melainkan untuk mulai mengamati dan mengenali perjalanan diri masing-masing.
Barangkali, ada satu pertanyaan yang selama ini belum menemukan jawabannya dalam perjalanan Anda belajar meditasi.
Semoga Buku Belajar Meditasi Holistik NSE dapat menjadi teman untuk menelusurinya.
Artikel Relevan:
- Meditasi Holistik NSE Mengolah Kegelisahan Menjadi Semangat Hidup dan Sehat
- Buku Meditasi Baru: Sebuah Pengalaman Otentik Selama 25 Tahun
- Buku Meditasi Terbaik: Menemukan Kedamaian di Tengah Riuh Moderitas
- Buku Meditasi untuk Anxiety & Overthinking: Solusi Logis Merilis Beban Mental
- Meditasi Metode NSE: Sembuhkan Trauma & Stres Hingga ke Akarnya
- Latihan Meditasi NSE: Untuk Kelola Kesehatan Mental Setiap Hari
- Pengalaman Meditasi Mengelola Sifat dan Cara Kerja Pikiran
- Mengenal Maharishi Anand Krishna Sang Kreator Meditasi NSE

