fbpx

NOVEL JAYANTAKA

N1

Jayantaka harus bertemu dengan seorang Guru Sufi Misterius. Dan proses penggemblengan pun terjadi. Ia tersedot ke dalam perang tanding antara kerajaan Nagur (Suku Simalungun) dengan Samudera Pasai yang masih berkerabat.

Takdirnya belum tunai jika belum menyerahkan benda pusaka Tatar Sunda ke kerajaan Matahari Timur.

 

Untuk Pembelian Novel Sejarah Bisa Menghubungi:

Marsaulina Pandiangan: 08129855181  

David: 081384527122

NOVEL SRIWIJAYA

N2

Tidak mudah menjadi bagian keluarga Lingkar Laksman. Wira puak Melayu ini telah bersumpah senantiasa melindungi wangsa Syailendra. Sementara tugas kemaharajaan Sriwijaya melayani 108 kadatuan Banjaran Nagara sungguh penuh resiko. Setiap tindakan selalu menuai reaksi positif dan negatif. Beruntung mereka dibimbing seorang Resi dan memiliki mandala penopang agar bisa tetap berjaya – sepanjang diindahkan! Rupanya dendam tujuh turunan keluarga Kandra Kayet masih terus membayangi keluarga Tandrun Luah (Lingkar Laksman). Tak ada pilihan, penghukuman mesti dituntaskan.

Untuk Pembelian Novel Sejarah Bisa Menghubungi:

Marsaulina Pandiangan: 08129855181  

David: 081384527122

 



Lima Teknik Ampuh Meditasi Yang Telah Sembuhkanku

dari Sakit Bronkhitis

cover semedi1-500x500Buku kuning dengan judul begitu memikat ini: Seni Memberdaya Diri 1 dan Neo Zen Reiki, memang sangat berkesan bagi saya. Pertama kali saya berjumpa dengan buku istimewa ini adalah di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur, tahun 1999. Hingga saat itu, penyakit bronkhitis dan keluhan fisik lainnya yang saya derita sangat mengganggu. Saya harus serba menjaga aktivitas fisik dan makanan. Betapa tidak menyenangkannya.

Antusias saya semakin terpicu saat membuka lembar demi lembarnya. Apa yang saya cari selama ini tentang konsep ‘Penyembuh’ bagi diri sendiri ternyata memang sangat memungkinkan, dan benar memang ada. Lewat program Seni Memberdaya Diri 1 dan Neo Zen Reiki (seperti judul buku) yang diperkenalkan Bapak Anand Krishna, saya akhirnya menemukannya.

 

Ada 5 latihan yang kita dapat, dan programnya dilakukan 8 kali pertemuan:

 

MATERI & LATIHAN

  • Pertemuan 1 :Speedy Relaxation
  • Pertemuan 2 :Emotion Culturing I
  • Pertemuan 3 :Emotion Culturing II
  • Pertemuan 4 :Voice Culturing I
  • Pertemuan 5 :Voice Culturing II
  • Pertemuan 6 : Sight Culturing I
  • Pertemuan 7 : Sight Culturing II

Pertemuan 8 :Mind Culturing

 

Ini dia yang saya cari-cari. Tidak perlu lagi bergantung pada dokter atau harus jaga ini-jaga itu…,” hari itu juga, saya bertemu dengan sebuah harapan! Betapa bersemangatnya saya ketika itu.    

 

Hal yang lebih menakjubkan lagi, yang saya temukan dalam buku ini adalah, dijabarkannya apa itu yang disebut bagian diri kita, yang selama ini luput dari perhatian saya sama sekali. Jelas saya tidak mengetahuinya karena tidak ada yang memberitahu sebelumnya. Bahwa diri kita ini ternyata, terdiri dari berbagai lapisan kesadaran. Dan bahwa kesehatan kita dipengaruhi oleh banyak hal baik faktor internal maupun eksternal. Ujung-ujungnya mempengaruhi setiap lapisan: fisik, energi, emosi, intelejensia dan spiritual yang kita miliki. Artinya, penyakit yang menggerogoti fisik, mental-emosional kita tidak secara tiba-tiba terjadi. Penyakit itu timbul sebagai akumulasi berbagai keluhan, kesalahan dan ketidaktahuan kita akan hakekat diri atau tubuh sendiri.

Rasa takut dalam berbagai rupa dan situasi secara tak sadar sering membuat badan mengalami ketegangan. Emosi sering tidak terkendali, bahkan kita pendam lapis demi lapis. Rasa kesal, amarah, dendam dan cemburu semuanya kita tumpuk dan simpan. Ingin rasanya berteriak namun tidak bisa. Ingin rasanya marah tetapi masalah justru semakin besar. Tak jarang, cara pandang kita pun tidak jernih lagi. Kita lupa bagaimana caranya untuk berpikir jernih. Celakanya, malah lebih sering kita menyalahkan dunia luar atas segala permasalahan yang kita hadapi.

 

Anehnya, kita justru tidak melakukan koreksi diri. Tidak melihat ke dalam diri. Jika sudah begini otomatis pikiran dan perasaan kita kacau, tidak teratur ritmenya. Jelas bukan kita pemegang kunci kendali atas diri kita sendiri.

Wah… setelah membaca buku hebat ini, dan memang saat itu belum ada buku di Indonesia yang membahas tentang “Siapa Diri Kita” segamblang dan sesederhana bahasa Bapak Anand Krishna…, belum ada. Yang rumit disederhanakan. Yang terabaikan ditunjukkan wujudnya sejelas kita bisa memandangnya dengan sangat dekat. Sungguh luar biasa pengalaman saya ketika itu. Saya semakin yakin akan penemuan saya.

 

Apakah ada jaminan kita dapat memiliki hidup yang sempurna? Tanpa duka, kegagalan, konflik, intrik dll., dalam kehidupan ini? Tentu tidak bukan? Lalu apakah kita harus mengutuki orang lain atas keberhasilan dan kebahagiaan mereka? Sementara kita terjebak dalam dunia kita yang serba tidak terkendali dan tidak bahagia? Hmmm… Berarti ini saatnya melakukan revolusi pemahaman tentang diri sendiri.

Dan saatnya membuktikan apa yang tertulis dalam buku ini.

Saya pun terkesiap, sedih, marah, dan akhirnya bahagia. Ternyata, ketika mengikuti program Meditasi Membersihkan Diri atau Seni Memberdaya Diri ini, bagi saya, ibarat mandi di bawah pancuran air bening, segar dan menyejukkan. Emosi yang terpendam selama ini bisa dibersihkan. Amarah yang tersimpan selama ini bisa dimuntahkan. Rasa kesal selama ini bisa diteriakkan. Rasa rendah diri selama ini bisa dikoreksi, dibenahi. Perlahan-lahan, rutin dan pasti, perubahan-perubahan saya alami dan rasakan.

 

Kelegaaan, kejernihan, kesegaran dan kebahagiaan dapat saya peroleh. Saya tidak skeptis terhadap kehidupan lagi. Saya tidak melihat kehidupan itu sepotong-sepotong lagi. Sudut pandang mulai utuh. Selamat tinggal conditioning masyarakat, lingkungan yang turut membentuk cara pandangku yang sempit. Sekarang, berkat mandi di bawah pancuran program Seni Memberdaya Diri, saya bisa menjadi ‘tuan’ atas diri saya, meski pun kesadaran ini masih kesadaran awal. Saya tidak menggantungkan kesehatan fisik, emosi dan intelegensia saya terhadap orang lain lagi. Prospek yang menjanjikan bukan?

 

foto mandi utk artikelBadan kita akan selalu kotor, berkeringat, kena debu; emosi kita akan selalu terganggu keseimbangannya; kejernihan pikiran kita akan selalu terpengaruh. Tapi kegiatan “mandi” untuk membersihkan diri adalah merupakan kebutuhan utama bagi kita. Adakah kita bisa meniadakan ‘kegiatan mandi dan makan’ yang merupakan kebutuhan utama dan mendasar bagi kita? Tentu tidak bukan?

 

Kita tidak lagi ‘kumuh’ oleh pengaruh situasi kehidupan yang serba kompleks di tengah masyarakat.Tidak lagi terjebak dalam permainan emosi, tidak lagi mudah terpengaruh pasang surut rasa kesal, amarah, cemburu, pikiran picik yang dipicu oleh dunia luar.

 

Sebab saya sekarang memiliki kebiasaan “mandi” di bawah pancuran Meditasi – Seni Memberdaya Diri – yang menyegarkan setiap hari. Kita tidak dapat meniadakan semua pengaruh buruk dunia luar, akan tetapi kita pun tidak usah terjebak dengan permainan emosi dan rasa takut yang justru berasal dari dalam diri. Sekarang saya memiliki “Pancuran” untuk membersihkan diri setiap hari. Betapa melegakannya.

Anda masih ingat perasaan lega, sejuk, segar setiap usai mandi? Nah, itulah manfaat program Seni Memberdaya Diri dan Neo Zen ReikiAnda pun berhak mencoba Meditasi Membersihkan Diri ini. Inilah pengalaman saya, bahwa ketika memasuki ‘alam’ meditasi itu kita perlu meredakan stres terlebih dahulu. Penanggulan Stres adalah langkah pertama sebelum memasuki teknik meditasi lebih lanjut, seperti Yoga. tanpa memberdaya diri terlebih dahulu, kita sepertinya tidak akan mendapatkan hasil yang luar biasa.

 

Inilah cara meditasi bagi pemula. Salam, Horas…