NOVEL JAYANTAKA

N1

Jayantaka harus bertemu dengan seorang Guru Sufi Misterius. Dan proses penggemblengan pun terjadi. Ia tersedot ke dalam perang tanding antara kerajaan Nagur (Suku Simalungun) dengan Samudera Pasai yang masih berkerabat.

Takdirnya belum tunai jika belum menyerahkan benda pusaka Tatar Sunda ke kerajaan Matahari Timur.

 

Untuk Pembelian Novel Sejarah Bisa Menghubungi:

Marsaulina Pandiangan: 08129855181  

David: 081384527122

NOVEL SRIWIJAYA

N2

Tidak mudah menjadi bagian keluarga Lingkar Laksman. Wira puak Melayu ini telah bersumpah senantiasa melindungi wangsa Syailendra. Sementara tugas kemaharajaan Sriwijaya melayani 108 kadatuan Banjaran Nagara sungguh penuh resiko. Setiap tindakan selalu menuai reaksi positif dan negatif. Beruntung mereka dibimbing seorang Resi dan memiliki mandala penopang agar bisa tetap berjaya – sepanjang diindahkan! Rupanya dendam tujuh turunan keluarga Kandra Kayet masih terus membayangi keluarga Tandrun Luah (Lingkar Laksman). Tak ada pilihan, penghukuman mesti dituntaskan.

Untuk Pembelian Novel Sejarah Bisa Menghubungi:

Marsaulina Pandiangan: 08129855181  

David: 081384527122

 



Panduan Sederhana Meditasi bagi Pemula

untuk Membebaskan Diri dari Ketegangan, Stres

Lewat Pembersihan Energi

Neo-Psychic-Awareness buku

Buku Neo Psychic Awareness, Gramedia Pustaka Utama, Anand Krishna, Jakarta, 2007

davidpurba.com – Inilah Cara Sederhana Meditasi atau Teknik Sederhana Meditasi untuk membersihkan ‘lapisan energi’ yang terlanjur ‘kotor’, ‘kacau’ akibat stres yang berkepanjangan. Pikiran kacau, emosi yang tidak stabil menyebabkan lapisan energi kita berantakan, dan kondisi energi kita merupakan proyeksi kesehatan fisik dan mental emosional kita. Selanjutnya, kutipan catatan di bawah ini adalah panduan untuk membersihkan lapisan energi kita, dikutip dari buku: Neo Psychic Awareness, Gramedia Pustaka Utama, Anand Krishna, Jakarta, 2006. Dan latihan ini merupakan pengolahan lapisan Psikis – lapisan kedua dari 5 lapisan Kesadaran Manusia.

Sebelumnya, perlu kita ulangi lagi, bahwa ada 5 Lapisan Kesadaran yang dimiliki Manusia (setiap manusia – sadar atau tidak sadar): FISIK, PSIKIS, MENTAL-EMOSIONAL, INTELEGENSIA DAN SPIRITUAL. (baca buku:  Meditasi Untuk Manajemen Stres & NEO ZEN REIKI Untuk Kesehatan Jasmani dan Rohani, PT Gramedia Pustaka Utama, Anand Krishna, Jakarta, 1998)

Selanjutnya, mari kita simak penjelasan Anand Krishna tentang Makna lapisan Kesadaran Psikis yang kita kutip dari buku Neo Psychic Awareness, dikutip dari halaman 1-6:

 

Lapisan Kesadaran Psikis

Buku ini adalah tentang psychic awareness atau kesadaran psikis. Kita sering mengaitkan kata “psikis” dengan sesuatu yang berbau-bau mistis, gaib, indra keenam, dan sebagainya, padahal psikis adalah salah satu lapisan kesadaran manusia. Salah satu lapisan seperti lapisan-lapisan lainnya, lapisan fisik, emosional, intelektual dan lain sebagainya.

Barangkali kita jarang berada di lapisan yang satu ini. Ya “jarang”, bukan “tidak pernah”. Malah sering kali kita berada di lapisan ini “tanpa sengaja”, tanpa kesadaran!

Pemahaman kita tentang psikis adalah “sebuah lapisan kesadaran yang barangkali masih menunggu perkembangan”. Jadi, ini merupakan potensi diri yang belum terungkap; kemampuan yang belum dioptimalkan.

Perkembangan lapisan psikis membuat kita menjadi lebih “intuitif”. Tetapi, “intuisi” bukanlah indra keenam, ketujuh, atau entah keberapa. Kita memahami intuisi sebagai hasil dari “optimalisasi” semua indera; perluasan dari indera-indera yang berjumlah lima itu.

Ambil saja penglihatan sebagai contoh. Bila indera penglihatan Anda lebih baik dari penglihatan saya, bila mata Anda lebih sehat daripada mata saya, Anda dapat melihat lebih jelas daripada saya. Barangkali saya membutuhkan bantuan kaca mata untuk melihat sejelas Anda.

Ilmu kedokteran, ilmu medis telah meletakkan “standar” bagi penglihatan kita. Bila berada di bawah standar itu, “mata” kita membutuhkan bantuan medis.

Standar yang ditetapkan oleh ilmu kedokteran atau ilmu medis bukan merupakan sebuah standar yang sudah ada sejak zaman dahulu. Standar tersebut merupakan hasil dari penelitian panjang oleh para ilmuwan – sebuah “standar buatan”.

Silahkan pakai standar itu, tapi jangan sampai menganggapnya sebagai patokan mati bagi kesehatan penglihatan kita. Tidak ada yang salah dengan standar tersebut. Kesalahan terletak pada “fanatisme” kita yang menetapkan harga mati pada standar buatan kita itu. Lantas kita tidak mau menerima adanya “pengecualian” yang dapat menggeser standar buatan kita.

Perkembagnan lapisan kesadaran psikis “menggeser” standar-standar buatan manusia. Bila dikaitkan dengan indera penglihatan, mata kita menjadi lebih peka dan dapat melihat lebih jauh, atau melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh umum.

Begitu pula dengan indera pendengaran, peraba, penciuman, dan pencecap. Perkembangan lapisan kesadaran psikis menambah kemampuan setiap indera.

Lapisan kesadaran psikis menggunakan “energi” di dalam diri kita sendiri untuk perkembangannya. Di sinilah letak perbedaan antara “perkembangan kesadaran psikis” dan “koreksi terhadap indera”.

“Koreksi terhadap indera” dilakukan oleh para ahli medis dengan menggunakan alat bantu, obat-obatan dan lain sebagainya. Seperti halnya dengan “mata”… bila kurang sehat, diberi obat, dianjurkan pemakaian kacamata, bila perlu dibedah.

“Perkembangan kesadaran psikis” dilakukan oleh “diri” sendiri. Bantuan dari luar dibutuhkan sekedar untuk “mengingatkan” diri bahwa “kita mampu mengembangkan diri”. Karena itu, untuk “sementara waktu” kita boleh mengartikan “perkembangan kesadaran psikis” sebagai “perkembangan diri”.

Untuk itu, kita harus mengubah mindset kita: Aku bukanlah panca indera, aku bukanlah badan ini. “Diri”-ku bersemayam di dalam badan ini dan menggunakan panca indera untuk keperluannya.

Silahkan menyebut “diri” ini “jiwa”, “roh”,”soul”, atau apa saja. Terserah. Itulah “aku”!

 

Postur Teratai

Pembersihan Diri

Persis seperti indera fisik, psikis pun membutuhkan pembersihan. Sebagaimana pendengaran Anda terganggu bila telinga Anda penuh kotoran; demikian pun perkembangan kesadaran psikis terganggu, bila “diri” Anda penuh dengan sampah pikiran dan emosi.

Karena itu, demi perkembangan diri, atau lebih tepatnya, untuk “memfasilitasi perkembangan diri”, kita perlu “membersihkan diri”.

 

Latihan Pertama

Terimalah “keadaan” diri Anda. Terimalah “keadaan kotor” itu. Tidak ada yang salah dengan keadaan itu. Tidak ada yang salah bila Anda mengakui bahwa lantai jiwa Anda kotor, persis seperti lantai di rumah, perlu menyapunya setiap hari, begitu pula kita perlu membersihkan lantai jiwa setiap hari.

Kendati demikian, hendaknya kita juga tidak berhenti pada pengakuan saja. Kita masih harus menindaklanjutinya dengan membersihkan lantai jiwa yang kotor itu.

Carilah tempat dan waktu di mana Anda tidak akan diganggu selama kurang lebih 20-an menit. Sebaiknya perut Anda agak kosong, tidak terlalu kenyang, sehingga tidak membuat Anda mengantuk.

 

1.Duduklah bersila di atas lantai beralas (boleh juga duduk di atas kursi), dengan tulang punggung agak tegak lurus.

2.Pejamkan mata dan tarik napas pelan-pelan lewat hidung, kemudian keluarkan lewat mulut. Lakukan selama kurang lebih 3-5 menit. Tidak perlu membuka mata untuk melihat jam. Hitungan waktu itu bersifat kurang lebih saja.

3.Bayangkan suatu kejadian yang sangat menggelisahkan. Rasakan kegelisahan itu memuncak, hingga Anda tidak dapat menahannya lagi… setelah itu keluarkan teriakan “haaaaaaaa”!

4.Bila tidak ada sesuatu yang menggelisahkan, bayangkan kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, ketakpuasan Anda. Sadari bahwa semua itu sesungguhnya “menggelisahkan”… dan, keluarkan teriakan “haaaaaaaa”!

5.Ulangi beberapa kali hingga Anda lega, ringan… kemudian hentikan.

6.Beristirahatlah selama 5-7 menit. Berbaring atau duduk santai dengan mata tertutup.

7.Akhiri latihan setelah “merasakan” kedamaian dalam hati. Kemudian, pelan-pelan bukalah mata.

 

(Testimoni: Saya (David E. Purba) sering melakukan latihan yang satu ini bila menghadapi stres. Latihan ini bagi saya sangat efektif – favorit – meredakan ketegangan di dalam diri, melepaskan stres, beban mental. Menurut pengalaman pribadiku, inilah salah satu rahasia untuk menjaga kesehatan. Lagian kenapa pula kita harus membenci, marah, kesal kepada orang lain dalam waktu lama? Sedang orang yang kita benci, marah, kesal itu, mungkin santai-santai saja, sementara kita yang menderita? Nah, latihan ini akan sangat ampuh membebaskan diri kita dari stress. Coba saja…)

 

Silahkan membaca arsip berikutnya: Cara Meditasi Sederhana Mengembangkan Kesadaran Psikis


Tertarik ingin mengembangkan Kesadaran Psikisnya?

Sila mengikuti kelas: Ananda’s Neo Stress Management.

 

Dapat diikuti di kota:

JAKARTA:

Sukmawati: 08788 108 5601

Imus: 08788 511 1979

Joehanes: (SMS Only) 0811 14 4959

JOGJA, SOLO, SEMARANG:

Kiky: 0811258648

Mira: 081805844014

BALI:

Made Mulia: 087 861 228 171